Header Ads

Penanganan Sungai Ngia Masuk Pendanaan Loan JICA

PALU - Warga Kota Palu yang bermukim di pinggiran tanggul selatan tepatnya di area dekat likuifaksi Petobo, sekian lama berharap cemas agar pemerintah secepatnya melakukan upaya meminimalisir terjadinya bencana lumpur yang sering menghantam wilayah tersebut.

Gempa bumi dan likuifaksi yang terjadi beberapa tahun silam menyebabkan rusaknya alur sungai, sehingga jika musim hujan tiba, aliran sungai Ngia meluap hingga masuk ke permukiman padat penduduk di wilayah Palu Selatan.

Menyikapi keluhan masyarakat sekitar tanggul Petobo, pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Provinsi Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu melaksanakan peninjauan di wilayah tanggul selatan tujuannya adalah untuk menyusun konsep perencanaan Sungai Ngia.

Pihak BWS Sulawesi III melakukan peninjauan saluran irigasi yang berada di jalan tanggul yang sudah lama tidak dialiri air sungai karena sudah dilakukan pengalihan arus sejak lama. Pengalihan saluran irigasi tersebut rencananya akan dikembalikan  ke fungsi awalnya namun hal itu harus di bicarakan lebih lanjut, banyak hal yang harus di pertimbangkan agar tidak berdampak terhadap warga sekitar.

Akibat luapan sedimen, beberapa pinggiran sungai amblas sehingga dibutuhkan penanganan dengan pembangunan bronjong sepanjang tepi sungai agar mampu menahan tanah agar tidak longsor atau erosi.

Dalam kunjungan Direktur Irigasi dan Pengairan Bappenas 14 Oktober 2021 lalu, menyimpulkan bahwa penanganan sungai Ngia direncanakan pendanaanya masuk dalam Loan JICA.

Satuan Kerja TP OP SDA Cikasda Sulteng hingga kini terus melakukan upaya pembersihan sedimen dengan cara mengeruk lumpur yang masuk ke saluran, giat ini bertujuan untuk mengurangi dampak terjadinya luapan lumpur ke permukiman. Seperti yang disampaikan Satya Wicana kepada media.

Pewarta: Ilyas Imran

Diberdayakan oleh Blogger.